“Penerima bantuan sosial (bansos) PKH
meningkat dari 1.600 menjadi 3.800 merupakan upaya pemerintah untuk
meningkatkan kesejahteraan warga yang masuk dalam kategri di bawah
status ekonomi terendah,” ujar Mensos saat meresmikan electronic warung gotong royong (e-warong) di Kota Pasuruan, Jawa Timur.
Peningkatan jumlah penerima, kata
Mensos, di Kota Pasuruan sebagai bagian dari upaya perluasan dan cakupan
bansos PKH yang didukung dengan kehadiran e-warong.
“Di sini, baru dua dari 16 titik yang
telah ditargetkan untuk melayani para penerima PKH dalam bentuk satu
kartu multifungsi yang bisa disinergikan dengan bantuan lainnya, seperti
LPG 3 kg,” ucapnya.
Satu kartu multifungsi tersebut, bisa
dipergunakan membeli kebutuhan anak sekolah, misalnya buku-buku. Namun,
tidak menggunakan uang cash atau tunai melainkan cukup menggesekkan kartu sebagai alat pembayaran.
“Fungsinya sama dengan kartu ATM,
setelah penerima PKH membeli atau melakukan transaksi maka untuk
pembayarannya cukup menggesek kartu tersebut,” tandasnya.
Untuk bisa menggunanakan kartu
multifungsi tersebut, setiap penerima PKH yang terdaftar di e-warung
akan menerima penggantian kartu dengan kartu baru berwana merah-putih.
“Tadi saya tanya, ternyata sebagian
besar penerima PKH lebih suka memiliki satu kartu multifungsi, daripada
memiliki banyak kartu. Sebab, dalam kartu baru bisa disinergikan dengan
bansos beras sejahtera
Sumber _berita.suaramerdeka.com/penerima-pkh-meningkat-dua-kali-lipat/

EmoticonEmoticon